Kesempatan dan Kesiapan
"Dari setiap kesempatan, yang terbaik adalah yang menyempatkan" (Royyann, 2022)
Kalau dipikir-pikir, untuk apa punya banyak kesempatan namun tidak pernah mau menyempatkan. Mungkin ini bukan masalah waktu, tapi kesediaan. Tak jarang, orang yang punya banyak kesibukan justru malah bisa mengambil banyak kesempatan dalam hidupnya. Begitu pun sebaliknya, tak sedikit pula orang-orang yang mungkin tak punya banyak pekerjaan, tapi malah asik terjebak di zona nyaman. Itu tandanya, waktu bukanlah penghalang, namun waktu adalah ujian.
Manusia yang sama-sama punya waktu 1 jam akan berbeda cara menggunakannya. Jika hal itu berupa kebaikan seperti beribadah atau belajar, mungkin akan terasa sangat lama sekali. Berbeda halnya ketika kita menggunakannya untuk hal-hal yang mubah seperti scroll TikTok, melihat beranda Instagram, atau bahkan hal-hal unfaedah seperti keluar masuk Whatsapp meski tak ada pesan, maka tentu 1 jam berlalu tentu tidak akan terasa memuaskan. Keinginan lagi dan lagi pasti selalu muncul karena euforia media sosial tersebut. Terlebih lagi, banyak tren-tren yang mungkin dinilai relate dengan kehidupan yang sedang dijalani, pasti akan lebih betah lagi berlama-lama didepan layar gawai.
Tentu hal ini menjadi cobaan bagi diri kita, bagaimana kita bisa me-manage waktu kita untuk hal-hal yang bermanfaat. Kalau belum bisa, ya minimal harus bisa menyeimbangkan antara keduanya. Tau mana waktu untuk bekerja, beribadah, belajar atau waktu untuk sekedar berleha-leha, beristirahat untuk kegiatan selanjutnya. Kalau istilah Gus Dur, tau kapan harus nge-gas dan kapan harus nge-rem.
Cara paling ampuh untuk menepis itu semua adalah memiliki circle pertemanan yang tidak toxic. Karena bagaimanapun, lingkungan sekitar mempunyai andil dalam menentukan ....
Pernah ada yang bilang jika keberuntungan bisa terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Namun, bicara soal kesiapan, standar apa yang bisa kita jadikan acuan sehingga kita bisa dikatakan "siap"? Bukankah kita tidak akan pernah benar-benar siap?
Tugas utama kita sebagai manusia adalah berusaha sekuat tenaga. Tak usah berburu sempurna, cukup lakukan apapun yang kita bisa. Meskipun banyak kurangnya, meskipun seolah-olah tak diterima dan bahkan terkesan sia-sia. Karena kita tidak tau kesempatan dan kesiapan mana yang akan mengantarkan kita menuju jalan keberuntungan.
Masih mau duduk termangu? Ingat! waktu tak pernah menunggu..

Posting Komentar untuk "Kesempatan dan Kesiapan"